de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

MENCEGAH MENTERI “ULAR KEPALA DUA”

Pada tanggal 21 Oktober 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 Periode 2009-2014. Dengan diumumkannya para menteri selesai sudah ‘political show’ ala Presiden SBY untuk menentukan menteri-menterinya. Hampir semua yang dipanggil Presiden SBY, semua terpilih. Entah apakah proses itu benar-benar audisi para menteri atau justru hanya formalitas saja untuk wawancara, tes psikologi atau tes kesehatan.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan khusus dari para menteri KIB 2, salah satunya adalah 61% unsur kabinet berasal dari orang partai yakni 21 dari 34 orang menteri adalah perwakilan dari partai. Oleh karena itu lebih tepat bila kita sebut Kabinet Politikus (61%) dari pada Kabinet Profesional (39%).

Dan dari 21 menteri perwakilan partai, sebanyak 16 menteri merupakan kader yang aktif menjadi pengurus/pimpinan strategis partai. Termasuk juga Presiden SBY yang juga menjabat sebagai petiggi Partai Demokrat (Ketua Dewan Pembina). Dan salah satu permasalahan kabinet ini seperti kabinet sebelumnya adalah banyaknya kader partai  yang masih menjabat sebagai petinggi partai. Masuknya pengurus/pimpinan partai dalam kabinet membuat terjadinya tumpang tindih kekuasaan antara tugas negara vs tugas partai. Sehingga dengan kondisi menteri yang mempunyai dualisme jabatan ada kalangan yang menyebut dengan “Ular Berkepala Dua”.( www.nusantaranews.wordpress.com, 2009).

Sesuai dengan janji politik SBY dalam kampnye Pilpres 2009 silam, SBY berjanji untuk membentuk kabinet kerja yang profesional, yang bekerja dan mengabdi hanya untuk kepentingan negara. Sperti halnya wakil presiden Budiono yang dipilih bukan dari kalangan partai. Sehubungan dengan hal itu, sudah seharusnya para menteri yang mempunya jabatan baik di partai ataupun di institusi lain untuk melepaskannya, agar dalam mengemban amanah negara bisa fokus dan tidak terpengaruh oleh berbagai kepentingan di luar.

”Dari mana pun Saudara berasal, termasuk dari partai politik mana pun, saya berharap letakkanlah kepentingan pemerintah, bangsa, dan negara di atas kepentingan partai politik, kelompok, ataupun golongan. Jangan dibalik,” Ujar Presiden SBY seusai pelantikan para menteri. Seorang menteri akan mulia apabila memiliki integritas/akhlak yang tinggi, cita-cita dan ilmu yang diaplikasikan bagi kepentingan bangsa dan negaranya. Dan alangkah lebih mulia lagi ketika amanah yang besar sebagai seorang menteri menjadi prioritas untuk kepentingan bangsa dan negara serta melepas jabatan-jabatan di institusi maupun partai lain demi amanah sebagai seorang menteri.

Sementara itu sosok teladan dapat kita lihat dari PKS. Partai tersebut mempunyai tradisi  mengaharuskan pimpinannya mundur ketika menjadi pejabat publik termasuk menteri. Melihat komitmen tersebut pengamat politik LIPI Lili Romli berharap partai lain juga mengikuti (www.detiknews.com/read/2009/10/25/). Sampai sejauh ini baru mantan Preseiden PKS Tifatul Sembiring yang telah mengundurkan diri. Dengan demikian Anis Matta yang kini menjadi Wakil Ketua DPR, Suharna Surapranata (Menteri Negara Riset dan Teknologi), dan Suswono yang menjadi Menteri Pertanian, harus mengundurkan diri. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi perbenturan kepentingan.

Semoga para menteri yang lain bisa belajar untuk berlapang dada melepaskan jabatan ketika mempunyai amanah yang lebih besar. Tidak gila jabatan yang justru bangga dengan berbagai jabatan yang dipegang. Yang patut jadi pertanyaan pada diri pemimpin, apakah amanah  tersebut mampu dipertanggung jawabkan?

13 12 09 - Posted by | Opini | , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: