de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

Korban Mudik vs Korban Haji

Ketika bulan Ramadhan memasuki hari-hari terakhir, umat muslim di Indonesia tidak hanya disibukkan dengan ibadah saja, namun juga disibukkan untuk mempersiapkan hari raya lebaran yaitu mudik. Seperti yang kita ketahui ritual mudik ini rutin terjadi menjelang lebaran, sebab momen tersebut dimanfaatkan untuk saling bersilaturahmi dengan sanak saudara yang telah lama tidak bertemu karena kesibukan selama hampir satu tahun. Banyak para penduduk di kota yang biasanya merupakan pendatang dari pedesaan berbondong-bondong pulang ke daerah asalnya untuk menyambung silaturahmi. Dan merupakan pemandangan yang tidak asing saat musim mudik jalan-jalan utama menjadi padat dan bahkan macet.

Memang tidak ada aturan khusus dalam Islam yang mewajibkan untuk mudik, tetapi hal itu seolah sudah menjadi budaya yang dilakukan oleh kebanyakan umat muslim di Indonesia. Banyak alasan dan manfaat yang membuat banyak umat muslim melakukan mudik, diantaranya adalah menyambung tali silaturahmi, momen untuk berkumpul bersama seluruh keluarga bersama dan lain sebagainya. Bahkan ada yang mumpunyai anggapan bahwa mereka bekerja selama hampir satu tahun dipersiapkan untuk mudik di kampung halamannya. Itu menunjukkan bahwa bagi sebagian kalangan menganggap bahwa mudik adalah momen yang penting untuk bisa berkumpul bersama keluarga sebagai bentuk untuk menyambung tali silaturahmi.

Dan merupakan pemandangan yang tidak asing saat musim mudik berbagai sarana transportasi ramai oleh para pemudik. Mulai dari sarana transportasi umum, seperti bus, kereta bahkan pesawat yang ramai dan sebagian berjubel dipenuhi para pemudik. Tidak kalah dengan transportasi umum, transportasi pribadi pun juga snagat banyak. Sehingga tidak salah bila di jalan raya sampai terjadi kemacetan. Dengan padatnya kondisi jalan raya maupun traspotasi lainnya maka resiko kecelakaan pun juga semakin besar. Dari data rangkaian operasi Ketupat Mabes Polri, tercatat terjadi 1.368 kecelakaan lalu lintas (laka). Korban meninggal pada 2008 sebanyak 633 orang, luka berat 797 orang, dan luka ringan 1.379 orang. Total kerugian materiil lebih dari Rp 4,8 miliar.

MUI sendiri prihatin terhadap angka kematian yang tinggi akibat kecelakaan saat mudik. MUI menyatakan bahwa jumlah korban meninggal akibat kecelakaan mudik lebih besar daripada jumlah korban meninggal jamaah haji. Sehingga fakta ini diberikan tanggapan yang serius. MUI juga akan menyiapkan fatwa untuk mudik tahun depan sebab dalam Islam mudik derajatnya sama dengan silaturahmi seperti biasa sehingga bisa dilakukan sepanjang tahun.

28 01 09 - Posted by | Berita | , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: