de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2008

Proklamasi, Kami Bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaanya…

Sungguh merupakan kalimat yang mempunyai arti sangat besar. Kalimat yang dibacakan hanya beberapa menit saja oleh Ir. Soekarno dalam sebuah upacara kenegaraan yang sangat sederhana. Betapa tidak, upacara kenegaraan tersebut berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tiang bendera pun hanya terbuat dari bambu kasar yang disiapkan beberapa menit sebelum upacara dimulai. Namun itulah kenyataan yang ada. Indonesia bisa sampai gerbang kemerdekaan bukanlah sesuatu yang hanya dipersiapkan beberapa menit saja seperti pelaksanaan upacaranya, tapi perjuangan besar selama lebih dari 300 tahun telah diarungi dengan begitu banyak memakan korban. Dan dengan upacara sederhana yang singkat itu, Indonesia telah membuka gerbang pintu yang tergembok sekian lama dan melangkah untuk menatap babak baru perjuangan, Indonesia Merdeka.

Tak terasa kini Indonesia merdeka telah berusia 63 tahun, usia yang bisa dibilang tidak sedikit. Ibarat manusia mungkin itu merupakan usia remaja yang sedang transisi ke jenjang dewasa. Di mana pada masa remaja merupakan masa dimana seseorang masih dalam tahap pencarian akan jati dirinya, sehingga tak heran bila emosinya juga masih labil. Dan saya pikir begitu juga dengan Indonesia. Banyak perubahan-perubahan telah terjadi, dan terkadang perubahan itu muncul pada saat keadaan benar-benar terguncang. Misalnya saja Reformasi 1998, perubahan mendasar yang diinginkan rakyat Indonesia dimana rakyat melalui mahasiswa sudah tidak tahan lagi akan keterpurukan akhirnya terjadilah reformasi dengan menggulingkan pemerintahan Soeharto. Itu menunjukkan bahwa bangsa ini memang masih dalam tahapan untuk mencari jati dirinya.

Namun proses pencarian jati diri bangsa tidaklah mempunyai waktu yang lama. Seperti manusia, masa remaja adalah masa singkat dan itu hanya merupakan penghubung dari masa anak ke dewasa. Begitu pula dengan bangsa ini, apabila nantinya belum mendapat jati diri bangsa ini, siap tidak siap harus menghadapi di jenjang dewasa. Dan apabila tidak siap, bukan tidak mungkin Indonesia di masa dewasa kelak akan terpontang-panting dan terpuruk dalam kehancuran.

Tapi tentu saja bukanlah itu yang kita inginkan. Indonesia adalah bangsa yang pernah besar di mata dunia. Sumber daya alam begitu melimpah dan kaya akan keanekaragaman budaya. Dengan jumlah penduduk yang besar seharusnya itu semua merupakan potensi yang bisa membentuk jati diri bangsa ini, tapi pertanyaannya adalah mengapa bangsa ini masih dalam keterpurukan?

Sukses suatu bangsa merupakan akumulasi sukses dari individu-individu, demikian kata Ibu Marwah Daud. Jati diri bangsa ini akan terbentuk apabila individu-individu pada setiap warga mempunyai jiwa nasionalisme. Yah, mungkin bagi kebanyakan orang tidak peduli atau menganggap itu bukanlah merupakan suatu yang penting. Banyak yang beranggapan bahwa untuk mengisi perutnya sendiri saja susah bagaimana mau memikirkan negaranya. Begitu pula dengan para konglomerat yang hobi mengumpulkan hartanya, mereka meraup kekayaan di negeri ini hanya untuk kepentingannya sendiri tanpa terbesit pikiran apa yang bisa mereka berikan pada negeri ini. Apabila kita melihat ke belakang pada masa penjajahan, bagaimana semua golongan baik pria wanita, tua muda, kaya miskin, bersatu padu untuk mengusir penjajah dan meneriakkan kata merdeka. Hal tersebut menunjukkan bahwa kini nilai-nilai nasionalisme telah pudar.

Sudah seharusnya kini kita menyadari dan mengerti akan arti penting dari nasionalisme. Ingat, di manakah kita pertama kali menginjakkan kaki di bumi, di mana kita pertama kali menghirup udara, di mana kita dibesarkan dan di mana kita mengenal Islam. Sungguh merupakan rahmat Allah SWT yang tak terhingga besarnya. Dan itu semua adalah tanggung jawab kita. Rasa cinta yang mendalam terhadap Indonesia seyogyanya telah terpatri dalam diri kita sebagai amanah dari Allah SWT. Sehingga segala sesuatu yang kita perbuat tidak terlepas apa yang bisa kita berikan untuk negeri zamrud khatulitiwa ini.

Yang tidak kalah penting dalam membentuk jati diri bangsa adalah pemerintah. Seperti yang kita ketahui bagaimana kondisi bangsa kita, sangat bergantung pada bantuan negara lain. Sebagai negara agraris, Indonesia justru masih mengimpor beras, gula dan berbagai macam kebutuhan pangan lainnya. Padahal bangsa ini sangatlah luas dan terlebih mempunya tanah yang subur, apabila dikelola dengan baik seharusnya Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Belum lagi potensi sumber daya mineral, namun sayangnya lagi-lagi bangsa ini belum bisa mengolah sehingga pihak asing begitu leluasa mngeruk habis kekayaan bangsa ini. Dan terlalu banyak potensi-potensi lain yang tidak bisa dimnfaatkan dengan benar oleh bangsa ini. Dengan kondisi seperti itu tidaklah jauh berbeda pada saat penjajahan. Di mana bangsa sendiri tidak bisa menikmati kekayaanya bahkan justru negara lain yang merasakannya. Lalu apakah ini yang disebut merdeka?

Maka dari itu peran pemerintah sangatlah penting dalam menetukan jati diri bangsa. Bangsa ini tidak akan bisa berkembang apabila hal itu tetap dibiarkan begitu saja. Pemerintah harus bertindak tegas dan berani menunjukkan pada dunia bahwa bangsa ini mampu mandiri dan tidak bergantung pada negara lain. Ingat Indonesia pernah mempunyai nama besar di mata dunia. Dan memang seharusnya Indonesia menjadi negara yang besar yang berdiri di atas kaki sendiri. Dengan segala potensi yang ada disertai rasa nasionalisme pada setiap individu jati diri bangsa akan terbentuk. Dengan begitu sangatlah mungkin Indonesia menjelma sebagai negara maju dewasa kelak. Serta tidak bergantung lagi pada negara lain dan berani bertindak tegas seperti apa yang dikatakan oleh Proklamator Ir Soekarno terhadap Amerika dan negara kapitalis lainnya, ”Go to hell with your aid”.

15 12 08 - Posted by | Opini |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: