de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2008

Proklamasi, Kami Bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaanya…

Sungguh merupakan kalimat yang mempunyai arti sangat besar. Kalimat yang dibacakan hanya beberapa menit saja oleh Ir. Soekarno dalam sebuah upacara kenegaraan yang sangat sederhana. Betapa tidak, upacara kenegaraan tersebut berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tiang bendera pun hanya terbuat dari bambu kasar yang disiapkan beberapa menit sebelum upacara dimulai. Namun itulah kenyataan yang ada. Indonesia bisa sampai gerbang kemerdekaan bukanlah sesuatu yang hanya dipersiapkan beberapa menit saja seperti pelaksanaan upacaranya, tapi perjuangan besar selama lebih dari 300 tahun telah diarungi dengan begitu banyak memakan korban. Dan dengan upacara sederhana yang singkat itu, Indonesia telah membuka gerbang pintu yang tergembok sekian lama dan melangkah untuk menatap babak baru perjuangan, Indonesia Merdeka.

Tak terasa kini Indonesia merdeka telah berusia 63 tahun, usia yang bisa dibilang tidak sedikit. Ibarat manusia mungkin itu merupakan usia remaja yang sedang transisi ke jenjang dewasa. Di mana pada masa remaja merupakan masa dimana seseorang masih dalam tahap pencarian akan jati dirinya, sehingga tak heran bila emosinya juga masih labil. Dan saya pikir begitu juga dengan Indonesia. Banyak perubahan-perubahan telah terjadi, dan terkadang perubahan itu muncul pada saat keadaan benar-benar terguncang. Misalnya saja Reformasi 1998, perubahan mendasar yang diinginkan rakyat Indonesia dimana rakyat melalui mahasiswa sudah tidak tahan lagi akan keterpurukan akhirnya terjadilah reformasi dengan menggulingkan pemerintahan Soeharto. Itu menunjukkan bahwa bangsa ini memang masih dalam tahapan untuk mencari jati dirinya.

Namun proses pencarian jati diri bangsa tidaklah mempunyai waktu yang lama. Seperti manusia, masa remaja adalah masa singkat dan itu hanya merupakan penghubung dari masa anak ke dewasa. Begitu pula dengan bangsa ini, apabila nantinya belum mendapat jati diri bangsa ini, siap tidak siap harus menghadapi di jenjang dewasa. Dan apabila tidak siap, bukan tidak mungkin Indonesia di masa dewasa kelak akan terpontang-panting dan terpuruk dalam kehancuran.

Baca lebih lanjut

15 12 08 Posted by | Opini | | Tinggalkan komentar

Dialog Anti Korupsi BEM ITS di Radio Shams FM

Dalam rangka hari anti korupsi se-Dunia, yakni tanggal 9 Desember, BEM ITS diundang untuk diaolog tentang pemberantasan korupsi di Indonesia oleh Radio Suara Muslim Surabaya Sham FM. Pada momen tersebut, BEM ITS diwakili oleh Presiden yaitu saudara Dalu Nuzlul Kirom. selain itu juga mengudara Presiden BEM Unair Arif Faturrohman, Pakar Pendidikan Nasional Prof. Daniel M. Rasyid dan dari KPK bidang pencegahan Dedi Adi Nugroho.

Dalam dialog selama kurang lebih dua jam tersebut, masing-masing narasumber menjelaskan tentang akar permasalahan korupsi di Indonesia. Presiden BEM ITS, Dalu, menjelaskan bahwa korupsi di Indonesia bukan hanya karena sistem, tetapi juga karena sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Semua lapisan masyarakat bisa melakukan korupsi, tidak hanya para pejabat. Itu disebabkan karena mental dari orang-orang yang merasa miskin sehingga menghalakan korupsi sebagai jalan pintas sumber pemasukan.

Sementara itu dari tinjauan pendidikan, Prof. Daniel menjelaskan bahwa iklim pendidikan di Indonesia juga mendukung terciptanya budaya korupsi. Para siswa lebih ditekan dengan kemampuan teknis sehingga harus mencapai nilai tinggi dan mengesampingkan tentang pendidikan moral. Sehingga budaya korupsi bisa muncul dengan menyontek saat ujian dan lain sebagainya. Oleh karena itu diperlukan perbahan dalam sistem pendidikan yang lebih mengarahkan pada sisi moral dan karakter siswa.

Untuk lebih detail tentang Dialog tersebut, berikut saya lampirkan rekamannya. Mohon maaf kualitas tidak terlalu bagus.
Rekaman 1
Rekaman 2

Demikian seklumit gerakan mahasiswa dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional. Semoga ini bukan hanya momentual saja, namun bisa mmberi manfaat jangka panjang bagi Indonesia. Pemberantasan korupsi tidak hanya digembar-gemborkan ketika tanggal 9 Desember saja, tapi setelah itu semangat pemberantasan korupsi harus kita jaga. Dan mahasiswa berada di garda terdepan untuk memberantas korupsi, dengan harapan bukan hanya omong kosong belaka tapi adalah ucapan yang telah dibuktikan dengan perbuatan mulai dari hal-hal yang kecil.

Hidup Mahasiswa!!!

Yoga Amersya Fitra
Menteri Koordinator Eksternal BEM ITS 2010/2011
-Menggagas Pahlawan Peradaban-

09 12 10 Posted by | Berita, Informasi, Jejak BEM ITS | , , , , , , | Tinggalkan komentar

REFLEKSI HARI PAHLAWAN BEM ITS & BEM UNAIR

Di atas pusara Bung Tomo, BEM ITS dan BEM Unair melakukan refleksi untuk memperingati hari Pahlawan pada hari Rabu kemarin (9/10/2010). Kegiatan tersebut digunakan untuk memaknai arti penting semangat juang Arek-arek Suroboyo pada 10 Nopember dan merefleksikan dalam kehidupan untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan.

Sejak pukul 19.30 acara pada malam sebelum 10 Nopember puluhan mahasiswa telah berada di depan kompleks pemakaman umum Ngagel. Pemilihan tempat refleksi di kompleks makam Ngagel sengaja dipilih karena disitulah bersemayam makam dari pengobar semangat juang 10 Nopember di Surabaya, Bung Tomo.
Dalam suasana yang khidmat dan haru, acara diawali dengan orasi dari Udin. “Mari kita tumbuhkan semangat kepahlwanan kita dengan cara mengoptimalkan kemampuan diri sebaik-baiknya untuk masyarakat luas.” Ungkap Wakil Presiden BEM Unair tersebut. Udin menjelaskan bahwa mereka sebagai mahasiswa juga bisa menjadi pahlawan di bidang masing-masing. Pahlawan entreuprenur, pahlawan akademik, pahlawan organisasi dan lain-lain.

Kemudian orasi dilanjutkan dari BEM ITS oleh Yoga Amersya Fitra. Menteri Koordinator Eksternal BEM ITS tersebut menjelaskan bahwa momen hari pahlawan terdapat dua makna penting. Yang pertama adalah ultimatum tentara Inggris yang dahulu dihadapi pejuang Surabaya kini juga dihadapi oleh mahasiswa. Namun ultimatum itu kini berubah tidak dalam bentuk ancaman, namun pemanjaan. “Kini wujud ultimatum bukanlah ancaman, tapi pemanjaan pada mahasiswa agar tidak lagi menyuarakan kebenaran.” tukas Yoga.
Yang kedua adalah idealisme vs realitas. Dia menjelaskan bahwa apabila dilihat dalam konteks logika arek-arek Suroboyo dengan senjata seadanya tidak mungkin menang melawan pesawat tempur, kapal, dan senjata yang lebih canggih. Tapi para pejuang tetap optimis untuk bertempur melawan sekutu. “Optimis itu muncul karena keyakinan para pejuang bahwa Allah berada di pihak yang benar. Meskipun mereka gugur, tapi berkat perlawanan tersebut Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini benar-benar ingin merdeka. Karena pahlawan tidaklah dilihat dari kemenangan, tapi pengorbanan.” jelas Yoga.

Setelah orasi dilanjutkan kontemplasi oleh Presiden BEM ITS dan Presiden BEM Unair. Dalu mengungkapkan bahwa krisis dari suatu negeri adalah takdir, namun yang menjadi masalah bukan krisis itu sendiri, tapi bagaimana orang-orang yang ada mampu menjadi pahlawan untuk melakukan perubahan. “Perubahan tidak dilakukan oleh banyak orang, namun diinisiasi oleh sedikit orang yang terpilih, dan itulah pahlawan.” Jelas Presiden BEM ITS.

Arif menyatakan bahwa pahlawan bukan hanya pejuang yang berada di medan perang, orang-orang yang memegang senjata ataupun seorang yang berlumuran darah. Pahlawan adalah sebuah nilai atas yang telah kita kontribusikan. “Pahlwan bukan suatu gelar atau sosok, tapi pahlawan adalah nilai-nilai apa yang telah kita perbuat untuk bangsa ini. Apa yang telah kita korbankan untuk negeri ini.” Pungkas Presiden BEM Unair.
Kemudian refleksi ditutup dengan penaburan bunga di atas makam Bung Tomo sekaligus menyanyikan lagu Gugur Bunga. Setelah itu bendera Merah Putih diselimutkan di atas makam. (dejoga)

15 11 10 Posted by | Informasi, Jurnalistik, Opini | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Si Kodi (Kodok Ijo) Beetle 1961

VW beetle 1961

VW beetle 1961

Seperti yang saya uraikan pada halaman antik , salah satu contoh yang pantas disebut antik adalah VW beetle 1961 ini. (yang antik bukan orang & ularnya ya,hehe🙂 ) Namanya adalah Kodi alias kodok ijo. Meskipun dia sangat renta, tapi originalitasnya sangat terjaga. boleh saya katakan 90% anatomi tubuhnya masih aslinya,🙂. Maklum saya termasuk tipe vintage.

Ini adalah vw pertama yang ada di kandang saya. dan saya bener2 gak nyangka momongan pertama sebagus ini,he. Dia sudah hampir 10 tahun bersama saya, dan nilai historis dengan saya sangat lah banyak. yang paling lucu adalah pernah ketika si Kodi hampir kebakaran saat saya tumpangi bareng teman2. bahkan sempat ada asap dan api dkeluar dari dalam mobil. akhirnya semua teriak dan loncat keluar. usut punya usut ternyata aki kabel aki kena jok yang bahanya memang mudah terbakar (seperti gabus). karena letak aki pas dibawak jok belakang.

nah dari situ ada hikmah yang bisa diambil, kasih pelindung di atas aki sehingga tidak langsung bersentuhan dengan bahan2 yang mudah terbakar,hehe,,,
nice experience,,,

01 06 10 Posted by | Hobi | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi PPSDMS Nurul Fikri

Ada informasi beasiswa untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi UI, ITB, Unpad, IPB, UGM, ITS dan Unair. Kalo beasiswa biasanya cuma ngasih uang aja, kalo ini beda, selain ada uang pembinaan juga ada fasilitas pembinaan yang justru lebih berharga.

Bagi kamu yang suka tantangan, ingin mengembangkan diri, ingin menjadi PEMIMPIN, peduli dengan kondisi bangsa sangat cocok untuk masuk PPSDMS. karena PPSDMS mempunyai visi besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman Islam yang komprehensif, integritas dan kredibilitas yang tinggi, berkepribadian matang, moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara.

Untuk profil lebih lebih jelas silahkan buka di www.ppsdms.org.

Alhamdulillah saya juga peserta PPSDMS, sudah hampir 2 tahun saya di sana dan luar biasa sungguh nikmat dan rahmat Allah SWT. Saya belajar banyak hal mulai dari pemahaman tetang Islam yang komprehensif, kepemimpinan, jurnalistik, sampai prestasi-prestasi berhasil saya dapatkan selama di PPSDMS.

So,wanna be a leader? silahkan aja daftar di www.register.ppsdms.org

24 02 10 Posted by | Informasi | , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI (IT) UNTUK KEDAULATAN WILAYAH INDONESIA

Negara kita, Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak pulau. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), pada tahun 2002 berdasarkan hasil kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18.306 buah. Data Departemen Dalam Negeri pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama.Dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar 6.000 pulau. Di bawah ini disajikan pulau-pulau utama Indonesia.

Di sini saya tidak akan membahas kondisi semua pulau di Indonesia, namun yang akan menjadi fokus saya adalah keadaan pulau-pulau terluar Indonesia dalam kaitannya dengan ketahanan wilayah negara Indonesia. Masih lekat dalam ingatan kita bagaimana Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan akhirnya lepas dari Indonesia dan Mahkamah Internasional memutuskan menjadi milik Malaysia. Hilangnya pulau itu tentu melukai moral, ekonomi dan hukum negara kita. Sebab pulau-pulau terluar tidak hanya terkandung sumber daya alam yang melimpah saja, lebih dari itu, pulau tersebut juga menjadi kedaulatan wilayah NKRI.

Ketika dua pulau tersebut sudah di tangan Malaysia, ternyata negara yang baru-baru ini terjadi konflik agama di dalamnya, juga tidak berhenti melancarkan usaha untuk ‘mencuri’ wilayah negara kita. Beberapa waktu yang lalu kapal perang Malaysia berbuat ulah dengan memasuki wilayah perairan Indonesia. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa ulah atau provokasi yang dilancarkan Malaysia bermula karena persengkataan yang terjadi untuk memperebutkan blok Ambalat. Pemerintah Malaysia merasa bahwa mereka berhak atas wilayah eksplorasi minyak di daerah tersebut setelah mereka memenangi sengketa kepemiliki P. Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002 yang lalu. Dengan kata lain, secara tidak langsung, provokasi ini merujuk pada perebutan wilayah kedaulatan zona ekonomi eksklusif.

Contoh lain adalah pulau-pulau terluar yang terdapat di Nias. Menurut laporan warga sekitar pulau-pulau tersebut banyak ‘dikuasai’ oleh orang asing. Banyak orang asing yang memanfaatkan potensi wisata dan sumber daya alam di wilayah tersebut dengan seenaknya sendiri. Sehingga mereka dengan mudah bisa membeli pulau, membangun tempat wisata, villa, resor dan semacamnya (sumber: kompas.com)

Baca lebih lanjut

21 02 10 Posted by | Opini | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Manajemen Waktu ( karena waktu adalah pedang)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al-Ashr

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, bahkan uang sebesar apapun tidak akan pernah bisa menggantikannya. Ketika kita kehilangan uang maka ada kemungkinan kita untuk mendapatkannya kembali cepat atau lambat, namun bila kita kehilangan waktu, maka jangan pernah harap untuk bisa dapat kembali mengulang waktu. Waktu sangatlah penting, bahkan apabila kita mau berfikir lebih panjang waktu adalah investasi yang sangat berpotensi.

Bahkan karena begitu pentingnya Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ashr yang artinya seperti di atas. Dari tersebut Allah berfirman bahwa sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kenapa dalam kerugian? Jika manusia yang tidak bisa mempergunakan waktu sebaik-baiknya, yaitu orang-orang yang mengerjakan amal saleh dan menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa waktu merupakan investasi yang sangat besar bagi manusia. Banyak hal yang bisa dilakukan apabila bisa memanfaatkan waktu.

Selain itu ada pepatah Arab yang mengatakan bahwa “waktu adalah pedang”. Artinya waktu merupakan sesuatu yang sangat tajam, apabila dipergunakan dengan baik maka pedang akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi pemiliknya. Namun bila seseorang tidak bisa mempergunakan pedangnya maka pedang itu akan melukai pemiliknya sendiri. Begitu juga waktu, apabila seseorang bisa menggunakan dengan baik, maka waktu adalah sesuatu yang sangat menguntungkan. Dan sebaliknya, apabila seseorang lengah oleh waktu maka orang itu akan tergilas sendiri oleh waktu.

Baca lebih lanjut

21 02 10 Posted by | Opini | , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

MENCEGAH MENTERI “ULAR KEPALA DUA”

Pada tanggal 21 Oktober 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan susunan menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2 Periode 2009-2014. Dengan diumumkannya para menteri selesai sudah ‘political show’ ala Presiden SBY untuk menentukan menteri-menterinya. Hampir semua yang dipanggil Presiden SBY, semua terpilih. Entah apakah proses itu benar-benar audisi para menteri atau justru hanya formalitas saja untuk wawancara, tes psikologi atau tes kesehatan.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan khusus dari para menteri KIB 2, salah satunya adalah 61% unsur kabinet berasal dari orang partai yakni 21 dari 34 orang menteri adalah perwakilan dari partai. Oleh karena itu lebih tepat bila kita sebut Kabinet Politikus (61%) dari pada Kabinet Profesional (39%).

Dan dari 21 menteri perwakilan partai, sebanyak 16 menteri merupakan kader yang aktif menjadi pengurus/pimpinan strategis partai. Termasuk juga Presiden SBY yang juga menjabat sebagai petiggi Partai Demokrat (Ketua Dewan Pembina). Dan salah satu permasalahan kabinet ini seperti kabinet sebelumnya adalah banyaknya kader partai  yang masih menjabat sebagai petinggi partai. Masuknya pengurus/pimpinan partai dalam kabinet membuat terjadinya tumpang tindih kekuasaan antara tugas negara vs tugas partai. Sehingga dengan kondisi menteri yang mempunyai dualisme jabatan ada kalangan yang menyebut dengan “Ular Berkepala Dua”.( www.nusantaranews.wordpress.com, 2009).

Sesuai dengan janji politik SBY dalam kampnye Pilpres 2009 silam, SBY berjanji untuk membentuk kabinet kerja yang profesional, yang bekerja dan mengabdi hanya untuk kepentingan negara. Sperti halnya wakil presiden Budiono yang dipilih bukan dari kalangan partai. Sehubungan dengan hal itu, sudah seharusnya para menteri yang mempunya jabatan baik di partai ataupun di institusi lain untuk melepaskannya, agar dalam mengemban amanah negara bisa fokus dan tidak terpengaruh oleh berbagai kepentingan di luar.

”Dari mana pun Saudara berasal, termasuk dari partai politik mana pun, saya berharap letakkanlah kepentingan pemerintah, bangsa, dan negara di atas kepentingan partai politik, kelompok, ataupun golongan. Jangan dibalik,” Ujar Presiden SBY seusai pelantikan para menteri. Seorang menteri akan mulia apabila memiliki integritas/akhlak yang tinggi, cita-cita dan ilmu yang diaplikasikan bagi kepentingan bangsa dan negaranya. Dan alangkah lebih mulia lagi ketika amanah yang besar sebagai seorang menteri menjadi prioritas untuk kepentingan bangsa dan negara serta melepas jabatan-jabatan di institusi maupun partai lain demi amanah sebagai seorang menteri.

Sementara itu sosok teladan dapat kita lihat dari PKS. Partai tersebut mempunyai tradisi  mengaharuskan pimpinannya mundur ketika menjadi pejabat publik termasuk menteri. Melihat komitmen tersebut pengamat politik LIPI Lili Romli berharap partai lain juga mengikuti (www.detiknews.com/read/2009/10/25/). Sampai sejauh ini baru mantan Preseiden PKS Tifatul Sembiring yang telah mengundurkan diri. Dengan demikian Anis Matta yang kini menjadi Wakil Ketua DPR, Suharna Surapranata (Menteri Negara Riset dan Teknologi), dan Suswono yang menjadi Menteri Pertanian, harus mengundurkan diri. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi perbenturan kepentingan.

Semoga para menteri yang lain bisa belajar untuk berlapang dada melepaskan jabatan ketika mempunyai amanah yang lebih besar. Tidak gila jabatan yang justru bangga dengan berbagai jabatan yang dipegang. Yang patut jadi pertanyaan pada diri pemimpin, apakah amanah  tersebut mampu dipertanggung jawabkan?

13 12 09 Posted by | Opini | , , , , , | Tinggalkan komentar

MENANG DI HARI KEMENANGAN

Perjalanan menahan hawa nafsu selama satu bulan telah dilewati. Bulan yang penuh keistimewaan berganti dengan bulan syawal. Dan hari kemenangan telah tiba, yaitu Idul Fitri. Namun timbullah suatu pertanyaan apakah kita “menang” di hari kemenangan?

Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut selain diri kita masing-masing dan Allah Yang Maha Mengetahui. Banyak diantara kita yang yang puasa di bulan ramadhan yang mendapatkan tidak lebih dari lapar dan dahaga saja, demikian Rasulullah SAW menjelaskan pada kita. Hal itu bisa terjadi karena nilai ibadah puasa kita terkurangi oleh hal-hal yang tidak disukai Allah SWT. Mulai dari pandangan mata yang masih berkeliaran, mulut kebablasan sehingga menimbulkan fitnah, serta bohong yang juga masih tidak terhindarkan. Padahal makna puasa bukanlah sekedar menahan makan dan minum saja, tapi lebih dari itu bagaimana kita belajar menahan hawa nafsu untuk menuju fitrah manusia.

Baca lebih lanjut

07 10 09 Posted by | Opini | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

“Teknik Menulis Buku”

menulis buku

menulis buku

Untuk menulis buku ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar penulis tidak kesulitan dalam menulis apalagi bagi yang masih pemula. Pada awalnya saya berpikiran bahwa menulis buku adalah sesuatu yang sulit dan rumit serta butuh waktu yang panjang. Namun dalam menulis buku tidak sepenuhnya seperti itu apabila kita tahu tekniknya. Dan Pak Sapto Waluyo dengan gamblang menjelaskan teknik-teknik yang diperlukan dalam menulis buku.

Yang pertama adalah kita harus mengetahui jenis-jenis buku. Sehingga kita tahu jenis buku apa yang akan kita tulis, karena setiap jenis buku membutuhkan pemikiran atau teknik yang berbeda pula. Dan jenis-jenis buku antara lain:

–          Buku Utuh (the real book): Berasal dari satu pemikiran tunggal dan disusun dengan kerangka yang utuh.

–          Bunga Rampai: Berasal dari berbagai artikel yang tersebar, dikelompokkan berdasarkan topik terkait, lalu diberi kerangka baru yang memadukan seluruh gagasan terserak.

–          Kompilasi Pemikiran: Berasal dari artikel yang ditulis oleh banyak orang, yang secara khusus diundang untuk menulis atau dimintakan izin penerbitan ulang karyanya.

Baik kita akan masuk teknik sesuai dengan jenis buku yang akan ditulis.

Teknik menulis buku utuh:

  • Pilih TEMA yang menarik
  • Susun OUTLINE/SINOPSIS yang sistematik

Dalam buku fiksi sinopsis biasa diletakkan di awal buku sebagai ringkasan yang menggambarkan cerita dari awal sampai akhir. Namun di buku ilmiah juga ada yang biasa disebut dengan abstaksi.

  • Cicil tulisan per BAB/TOPIK dengan struktur yang terjaga
  • Baca dan TINJAU/EDIT ulang seluruh tulisan yang sudah selesai

Unutk meninjau tulisan yang telah dibuat bisa dilakukan dengan meminta bantuan orang-orang di sekitar kita. Bisa dosen, teman, atau siapa pun yang sekiranya bisa membantu dalam memberi saran terhadap tulisan. Dan lebih baik apabila orang tersebut mempunya pandangan lain namun tetap dalam satu bidang yang sama.

  • Berikan naskah awal kepada EDITOR BAHASA (untuk mengecek tata bahasa) dan EDITOR AHLI (untuk mengecek substansi) serta TIM RISET (untuk mengecek validitas data/fakta)
  • Cari penulis PROLOG/EPILOG yang sesuai dengan topik dan bisa mengangkat pamor buku

Teknik Penulisan Bunga Rampai:

  • Kumpulkan ARTIKEL TERSEBAR di berbagai media berdasarkan TOPIK yang ingin dibahas
  • Kelompokkan tulisan itu menjadi SUB-SUB TOPIK yang lebih khusus
  • EDIT ULANG tulisan sesuai dengan gaya bahasa yang dipakai dalam format buku
  • Buat kaitan/JEMBATAN antara satu tulisan dengan tulisan lain agar memiliki KESATUAN LOGIS
  • Susun naskah khusus PENGANTAR yang merekatkan semua gagasan
  • Cari penulis PROLOG/EPILOG yang sesuai topik

Teknik Penulisan Kompilasi Pemikiran:

–        Buat KERANGKA tulisan yang akan dikompilasi

–        Undang penulis terkait untuk memberi KONTRIBUSI PEMIKIRAN

–        EDIT sesuai dengan TOPIK yang ditetapkan

–        Buat PENGANTAR untuk merangkai semua gagasan yang ada

Secara Umum ada 2 cara dalam menulis buku, yang pertama adalah sinopsis, yaitu menulis dengan mebuat kerangka tulisan terlebih dahulu. Mulai dari menulis tentang apa, cerita siapa, apa masalah yang diangkat, kapan terjadi, dan bagaimana memulainya. Cara ini biasa digunakan utnuk cerita fiksi.

Cara yang kedua adalah dengan Anti-Sinopsis, atau mengalir bebas tanpa rencana. Hanya menulis saja dan tidak ada rencana di awal bergantung kondisi saat menulis. Dalam beberapa kasus penulis akan kesulitan dengan menggunakan cara ini.

Ada FORMULA menarik yang dijelaskan Pak Sapto dalam menulis buku, yaitu THE TREE FORMULA.

–          Akar adalah ide utama

–          Batang adalah tema utama dari apa yang kita tulis dan pengembengannya

–          Cabang adalah karakter, background, narrative

–          Puncak pohon adalah akhir dari cerita.

3 kunci dalam menulis:

“A writer needs three things: experience, observation, and imagination, any two of which, at times one of which, can supply the lack of the others” (William Faulkner)

Apa kata orang2 tentang buku??

  • “Membaca buku-buku yang baik mirip mengobrol dengan tokoh-tokoh terbaik yang berasal dari abad-abad yang lalu. Faktanya seperti obrolan yang dipersiapkan, karena mereka hanya memunculkan materi obrolan terbaik yang lahir dari buah pikirnya.” (René Descartes, 1596–1650, filsuf dan Matematikawan Perancis)
  • “Buku tak dapat terbunuh oleh kobaran api. Manusia mati, tetapi buku tak pernah mati. Tak ada manusia atau pun kekuatan yang mampu menghapus kenangan…Dalam perang ini, kita tahu, buku-buku adalah senjata. Dan ini merupakan bagian dari dedikasi Anda untuk menjadikannya sebagai senjata demi kebebasan umat manusia.”

(1882–1945), Presiden AS ke 32, Harry Truman, dalam pesannya kepada penjual buku Amerika, termuat dalam Publisher’s Weekly 9 Mei 1942.

26 06 09 Posted by | Jurnalistik | 1 Komentar

Masa Depan Madura Paska Dibukanya Jembatan Nasional Suramadu

suramadu

Indonesia boleh berbangga. Jembatan Nasional Suramadu yang awal pembangunannya pada tanggal 20 Agustus 2003 telah diresmikan pembukaannya pada 10 Juni 2009. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Oleh karena itu pantaslah jembatan suramadu yang memakan biaya pembangunan sebesar 4,5 triliun rupiah menjadi icon baru bagi Indonesia.
Pembangunan jembatan Suramadu sejatinya ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Rata-rata pendapatan perkapita penduduk Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik mencapai Rp 26 juta per tahun. Sedangkan pendapatan perkapita masyarakat Pulau Madura hanya Rp 6,5 juta per tahun.
Seperti yang kita ketaui, Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar ke dua di Indonesia. Surabaya juga menjadi pusat segala bidang khususnya ekonomi di wilayah Indonesia timur. Dengan adanya jembatan Suramadu kini Surabaya dan Madura tidak lagi terpisah. Sehingga tata ruang wilayah nasioanal di wilayah ini bukan lagi Gerbang Kertasusila melainkan Germa Kertasusila.
Bak gula yang banyak dikerubungi semut, kini wilayah Madura adalah wilayah yang berpotensi dan menggiurkan bagi para investor. Kawasan industri relatif lebih cepat berkembang apabila berada tidak jauh dari pelabuhan. Bahkan nilai investasi pengembangan beberapa kawasan ini akan lebih besar dibandingkan biaya pembangunan Suramadu.
Dengan begitu bukan tidak mungkin nantinya Madura akan menjadi kota metropolitan akibat perluasan wilayah Surabaya yang kini semakin menyempit. Namun di sisi lain ada beberapa hal yang harus kita perhatikan paska adanya jembatan Suramadu. Dengan berdatangannya investor di Madura memang akan juga meningkatkan ekonomi di wilayah tersebut. Tapi pertanyaanya adalah apakah kesejahteraan penduduk Madura nantinya juga akan meningkat?

Baca lebih lanjut

26 06 09 Posted by | Opini | 2 Komentar