Jaman terus berubah, dan perubahan itu tidak bisa dihindarkan. Begitu juga yang dialami oleh negara-negara di dunia, globalisasi menjadi arus yang kuat yang sulit untuk dibendung. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan globalisasi, karena dengan globalisasi akses perdagangan menjadi terbuka dan perekonomian semakin bergairah. Harapannya paling tidak adalah perekonomian di suatu negara semakin berkembang dan itu akan membantu rakyatnya. Tentu bagi negara miskin dan berkembang yang sebagian besar rakyatnya dalam kemiskinan.
Namun apa yang terjadi kini adalah kebalikannya. Kapitalis dari negara-negara maju secara perlahan-lahan telah memakan penguasaan ekonomi di negara-negara berkembang. Dan setidaknya ada empat hal yang ditawarkan dalam era globalisasi ini, yaitu: (1) new market (pasar baru), di mana uang itu dipasarkan dan menjadi barang yang diperjualbelikan; (2) new tools, sistem informasi yang canggih membuat hilangnya jarak antar Negara; (3) new actors, munculnya personal yang mengalahkan otoritas state karena kekayaan yang dimiliki; dan (4) new rules, aturan baru soal hak cipta barang.
Baca selebihnya »
06 06 09
Posted by dejoga |
Opini | bangsa, ekonomi, globalisasi, Indonesia, jaman, kapitalisme, kemiskinan, korban, korupsi, miskin, negara, rakyat |
Tinggalkan sebuah Komentar
Ketika bulan Ramadhan memasuki hari-hari terakhir, umat muslim di Indonesia tidak hanya disibukkan dengan ibadah saja, namun juga disibukkan untuk mempersiapkan hari raya lebaran yaitu mudik. Seperti yang kita ketahui ritual mudik ini rutin terjadi menjelang lebaran, sebab momen tersebut dimanfaatkan untuk saling bersilaturahmi dengan sanak saudara yang telah lama tidak bertemu karena kesibukan selama hampir satu tahun. Banyak para penduduk di kota yang biasanya merupakan pendatang dari pedesaan berbondong-bondong pulang ke daerah asalnya untuk menyambung silaturahmi. Dan merupakan pemandangan yang tidak asing saat musim mudik jalan-jalan utama menjadi padat dan bahkan macet.
Memang tidak ada aturan khusus dalam Islam yang mewajibkan untuk mudik, tetapi hal itu seolah sudah menjadi budaya yang dilakukan oleh kebanyakan umat muslim di Indonesia. Banyak alasan dan manfaat yang membuat banyak umat muslim melakukan mudik, diantaranya adalah menyambung tali silaturahmi, momen untuk berkumpul bersama seluruh keluarga bersama dan lain sebagainya. Bahkan ada yang mumpunyai anggapan bahwa mereka bekerja selama hampir satu tahun dipersiapkan untuk mudik di kampung halamannya. Itu menunjukkan bahwa bagi sebagian kalangan menganggap bahwa mudik adalah momen yang penting untuk bisa berkumpul bersama keluarga sebagai bentuk untuk menyambung tali silaturahmi.
Baca selebihnya »
28 01 09
Posted by dejoga |
Berita | haji, korban, lebaran, mudik, ramadhan |
Tinggalkan sebuah Komentar