de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

Mencabut Pohon Korupsi

Indonesia pada 2008 mengalami kemajuan dalam hal pemberantasan korupsi, setidaknya hal itu terindikasi dalam peningkatan nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia dari 2,3 pada 2007 menjadi 2,6 pada 2008.(antara news 26/9/08). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indeks Persepsi Korupsi merupakan gambaran tentang tingkat korupsi secara global yang dilakukan terhadap 180 negara. Hasil yang didapat berasal dari hasil survey sejumlah lembaga independen. Semakin tinggi IPK yaitu 10 berarti paling bersih dan sebaliknya jika nilai 0 maka adalah negara paling korup.

Dari hasil di atas mungkin kita bisa berbangga hati karena tingkat korupsi di Indonesia berkurang. Namun turunnya angka korupsi itu merupakan data artifisial saja, sebab bila kita melihat kenyataan yang ada, pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK masih belum maksimal. Artinya masih banyak tindakan korupsi yang belum terungkap dan kalaupun terungkap hanya pemain kacangan saja yang terungkap(Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mukhtar). Itu berarti pemberantasan korupsi belum menyentuh ke substansial. Tindakan yang dilakukan KPK masih tebang pilih, sehingga masih membiarkan pelaku korupsi melanggang begitu saja. Sehingga meningkatnya IPK ini bukanlah suatu prestasi yang besar bagi KPK.

Belum Maksimal

Dari fakta itu bisa kita nilai bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia memang mengalami peningkatan, namun di sisi lain itu juga belum maksimal. Artinya kinerja dari KPK sendiri masih belum bisa bertindak tegas terhadap pelaku-pelaku korupsi. Sebagai contoh kasus Kejaksaan Agung,Urip. Mengapa Kemas yang jelas-jelas terbukti tidak menjadi tersangka. Sehingga pertanyaanya adalah apa yang membuat KPK belum maksimal?

Mungkin bagi sebagian orang melihat bahwa KPK telah bekerja dengan optimal, dibuktikan dengan banyaknya kasus korupsi yang terungkap termasuk di DPR. Namun bila kita lebih teliti lagi tindakan korupsi yang ditindak masih belum mengena pada seluruh pelaku korupsi, hanya yang terlihat saja, tapi dibalik layar masih belum tersentuh.

Baca selebihnya »

07 03 09 Posted by | Opini | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.