de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

RESUME BULAN FEBRUARI


 

TRAINING JURANLISTIK

Memperkaya Referensi dan Menata Perpustakaan Pribadi

Yaitu sebagai modal bagi peningkatan kapasitas intelektual dan membangun kredibelitas & kompetensi akademis.

·         Pentingnya referensi

-          Tak ada seorang pun pemikir/peneliti yang MULAI DARI NOL, setiap orang belajar dari informasi/pengetahuan sebelumnya.

Baca selebihnya »

01 04 09 Posted by | Februari, Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

FENOMENA PONARI: MENGUAK REALITA KUALITAS DAN KUANTITAS DUNIA PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA

 

 

Akhir-akhir ini berita dari Jombang menggegerkan masyarakat luas, bahkan hampir di seluruh Indonesia dibuat kaget dengan berita tersebut. Betapa tidak, beberapa bulan yang lalu masih segar dalam ingatan kita berita heboh pembunuhan yang dilakukan oleh si Jagal Ryan. Jombang yang selama ini terkenal dengan kota santri dan kota yang aman-aman saja tiba-tiba ramai dengan berita pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang pria yang kalem.

  Berita tersebut kini telah mulai mereda, namun berita dari Jombang ternyata kembali menjadi headline di beberapa media massa, baik cetak maupun elektronik. Yaitu fenomena tentang dukun cilik yang bernama Muhammad Ponari. Bocah berumur sepuluh tahun tersebut menjadi serbuan oleh puluhan ribu warga yang ingin berobat ke Ponari. Dengan bermodalkan batu kuning yang didapat saat Ponari tersambar petir, dan setelah dilempar ternyata batu itu kembali lagi. Tanpa jampi-jampi atau obat yang macam-macam, pengobatan yang dilakukan Ponari hanyalah dengan menyelupkan batu ajaibnya itu ke dalam segelas air putih.

Akhirnya berita kesaktian Ponari mulai menyebar di seluruh pelosok, dan antrian ribuan warga yang ingin berobat tidak bisa dihindari. Bahkan dalam proses itu memakan koban meninggal dunia sebanyak empat orang. Bukan karena kesalahan pengobatan Ponari, tetapi karena berdesakan dengan ribuan warga yang sedang antri.

Praktik Ponari yang telah memakan korban sempat ditutup selama beberapa hari. Bahkan dari pihak kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Jombang melarang warga untuk kembali berobat karena masih ditutup. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan yang lebih buruk. Namun penutupan itu tidak membuat masyarakat menyerah untuk mendapat air celupan batu Ponari, mereka tetap bertahan di rumah Ponari dengan harapan praktik itu dibuka kembali. Bahkan masyarakat yang belum mendapat air dari Ponari rela mengambil air yang biasa digunakan Ponari mandi. Tidak hanya itu, tanah yang ada di sekitar rumahnya pun juga menjadi sasaran untuk diambil masyarakat. Tentu saja itu merupakan fenomena yang memprihatinkan.

Yang menarik adalah pengobatan yang dilakukan oleh Ponari tidak dipungut biaya, sehingga mayoritas masyarakat miskin rela berdesak-desakan dengan ribuan orang demi mendapatkan kesembuhan. Sehingga hanya dalam beberapa hari saja praktik pengobatan tersebut meraup sampai setengah miliar rupiah, tidak ada dokter yang bisa menyamai dengan bocah kelas 3 SD tersebut. Dalam sehari, pasien yang ditangani Ponari hingga sepuluh ribu pasien. Hingga Ponari pernah kualahan terhadap banyaknya jumlah pasien, sehingga dia pun jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Ternyata sang dukun cilik juga membutuhkan bantuan dokter.

Inilah fenomena yang terjadi, namun yang akan kita bahas disini bukan kesaktian dari Ponari dan berpa jumlah pasien yang telah terobati, melainkan apa yang menyebabkan banyak masyarakat datang ke Ponari dalam jumlah besar dengan berbagai penyakit. Hal ini seharusnya menjadi tamparan keras terhadap penyedia pelayanan kesehatan khusunya pemrintah.

Baca selebihnya »

01 04 09 Posted by | Februari | , , , , , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

MANAJEMEN WAKTU

 

 

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al-Ashr

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, bahkan uang sebesar apapun tidak akan pernah bisa menggantikannya. Ketika kita kehilangan uang maka ada kemungkinan kita untuk mendapatkannya kembali cepat atau lambat, namun bila kita kehilangan waktu, maka jangan pernah harap untuk bisa dapat kembali mengulang waktu. Waktu sangatlah penting, bahkan apabila kita mau berfikir lebih panjang waktu adalah investasi yang sangat berpotensi.

Bahkan karena begitu pentingnya Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ashr yang artinya seperti di atas. Dari tersebut Allah berfirman bahwa sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian. Kenapa dalam kerugian? Jika manusia yang tidak bisa mempergunakan waktu sebaik-baiknya, yaitu orang-orang yang mengerjakan amal saleh dan menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Dari ayat tersebut dapat kita pahami bahwa waktu merupakan investasi yang sangat besar bagi manusia. Banyak hal yang bisa dilakukan apabila bisa memanfaatkan waktu.

Selain itu ada pepatah Arab yang mengatakan bahwa “waktu adalah pedang”. Artinya waktu merupakan sesuatu yang sangat tajam, apabila dipergunakan dengan baik maka pedang akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi pemiliknya. Namun bila seseorang tidak bisa mempergunakan pedangnya maka pedang itu akan melukai pemiliknya sendiri. Begitu juga waktu, apabila seseorang bisa menggunakan dengan baik, maka waktu adalah sesuatu yang sangat menguntungkan. Dan sebaliknya, apabila seseorang lengah oleh waktu maka orang itu akan tergilas sendiri oleh waktu.

Dengan uraian tersebut, dapat kita pahami arti penting dari waktu itu sendiri. Dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari, diperlukan adanya suatu pengolahan waktu agar semua amanah atau pekerjaan kita bisa diselesaikan dengan baik. Bahkan Imam Hasan Al Banna mengatkan bahwa sesungguhnya amanah yang dipikul manusia lebih besar dari pada waktu yang ada. Sepintas kita tidak percaya akan kata-kata itu, namun bila kita telaah dan kita rasakan maka itulah adanya. Waktu yang ada terasa seakan kurang untuk menyelesaikan semua amanah dan tanggung jawab kita. Lalu dengan begitu apakah kita masih akan mensia-siakan waktu?

Oleh karena itu diperlukan suatu manajemen untuk mengatur waktu kita. Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien (kata Pak Arif Munandar efektif baru efisien, jangan kebalik ya..). Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna,yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input.

Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Dari tinjauan secara komprehensif pekerjaan yang hendak dikerjakan dan rumusan tertulis sebuah rencana dapat diketahui prioritas hubungan antar aktifitas yang akan dikerjakan sendiri serta didelegasikan.

Dalam memgatur waktu, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan agar manajemen waktu kita bisa optimal, diantaranya adalah:

·         Tentukan Peta Hidup

                Ketika seorang pilot menerbangkan pesawatnya, tentu dia mempunyai tujuan. Dan untuk menentukan tujuan itu dia membutuhkan peta untuk mencapai tujuan itu dengan efektif dan efisien. Apabila pilot tersebut tidak mepunyai peta, maka dia akan kebingungan ke arah mana dia harus melaju. Di samping itu dia pun juga tidak mengetahui posisi pesawatnya ada dimana.

                Jangan sampai kita menjadi seorang pilot yang tidak mempunyai peta. Demikian juga kita di kehidupan ini. Yang pertama kita harus punya tujuan, apa tujuan kita hidup di dunia ini. Setelah kita mentapkan tujuan kita, dibutuhkan peta untuk mencapai tujuan itu. Dengan peta hidup dalam setiap langkah kita mempunyai dasar sehingga semakin mendekatkan pada tujuan kita. Bukan malah menjau dari tujuan. Di samping itu kita juga bisa mengetahui di mana posisi kita. Dengan begitu kita bisa mengetahui seberapa jauh kita dengan tujuan yang diharapkan.

·         Buat Jadwal Perencanaan

                Setelah kita mempunyai peta hidup, kita perlu mem-breakdown dalam jadwal tahunan, bulanan, mingguan dan harian. Setiap aktivitas kita perlu perencanaan dan untuk itu kita buat jadwal seperti yang telah disebutkan. Hal ini penting agar target-target yang kita inginkan sudah kita rencanakan sehingga target itu bisa tercapai. Dengan begitu semua aktivitas kita dalam aliran waktu bukanlah sesuatu yang spontanitas atau reaksi dari apa yang terjadi saja, namun ada perencanaan yang matang di hari sebelumnya.

·         Tentukan Prioritas

                Ada kalanya kita dihadapkan oleh pilihan-pilhan. Kita harus cermat dalam memilih, jangan sampai pilihan yang kita tetapkan akan mengorabnakan sesuatu yang lebih penitng. Jangan sampai kita memilih sesuatu yang tidak penting yang terkadan kita sangat suka namun kita dengan seenaknya melepas yang lebih penting. Oleh karena itu prioritas juga akan menetukan keberhasilan kita.

·         Jangan jadi Pencuri Waktu

                Siapakah pencuri waktu? Yaitu orang yang menunda sutau pekerjaan. Tidak dapat kita pungkiri ini adalah salah satu tantangan dalam mengelola waktu. Namun sesuai dengan kata pepatah bahwa menunda adalah pencuri waktu. Sebab dengan kita menunda itu berarti kita kehilangan waktu untuk hal yang sia-sia. Diperlukan suatu ketegasan setelah kita menetukan jadwa-jadwal kita.

·         Evaluasi

                Inilah yang sering kali kita lupakan. Setelah kita menyelesaikan jadwal baik itu harian, minggua, bulanan maupun tahunan dibutuhkan suatu evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan. Ini dilakukan agar kita bisa terus memperbaiki kesalahan ataupun kekurangan yang terjadi dihari-hari sebelumnya. Sebab bila hari ini lebih baik dari hari kemarin maka kita adalah orang yang beruntung. Jika hari ini sama dengan hari kemarin maka kita adalah orang yang merugi, apalagi lebih buruk dari hari sebelumnya.

Pendek kata, kualitas manajamen waktu berpedoman kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan. Empat prinsip tersebut, applikabel dalam semua pekerjaan. Dan prinsip sederhana dalam manajemen waktu adalah jangan membiarkan sedetik pun waktu tanpa adanya manfaat. Tampak simpel namun butuh usaha dan kemauan keras dalam melaksanakannya. Dan yang terakhir sesuai dengan hadist Rasulullah SAW, ingat lima perkara sebelum lima perkara. Yaitu hidup sebelum mati, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, sehat sebelum sakit dan luang sebelum sempit.

01 04 09 Posted by | Februari | , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.