de Joga and EVERYTHINGS

So, what will you DO? If you know,we are…

Peran Indonesia dalam Globalisasi (korban)

Jaman terus berubah, dan perubahan itu tidak bisa dihindarkan. Begitu juga yang dialami oleh negara-negara di dunia, globalisasi menjadi arus yang kuat yang sulit untuk dibendung. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan globalisasi, karena dengan globalisasi akses perdagangan menjadi terbuka dan perekonomian semakin bergairah. Harapannya paling tidak adalah perekonomian di suatu negara semakin berkembang dan itu akan membantu rakyatnya. Tentu bagi negara miskin dan berkembang yang sebagian besar rakyatnya dalam kemiskinan.

Namun apa yang terjadi kini adalah kebalikannya. Kapitalis dari negara-negara maju secara perlahan-lahan telah memakan penguasaan ekonomi di negara-negara berkembang. Dan setidaknya ada empat hal yang ditawarkan dalam era globalisasi ini, yaitu: (1) new market (pasar baru), di mana uang itu dipasarkan dan menjadi barang yang diperjualbelikan; (2) new tools, sistem informasi yang canggih membuat hilangnya jarak antar Negara; (3) new actors, munculnya personal yang mengalahkan otoritas state karena kekayaan yang dimiliki; dan (4) new rules, aturan baru soal hak cipta barang.

Apabila kita bercermin pada kondisi di negeri kita, apakah kita juga pelaku di dalam era globalisasi. Ataukah hanya menjadi obyek saja sehingga lebih tepat bila disebut dengan korban? Yah mungkin lebih tepatnya adalah sebagai korban. Mengapa? Memang dengan globalisasi perdagangan di Indonesia semakin meningkat. Di mana permintaan barang-barang denga mudah dan cepat kini bisa terpenuhi.

Tetapi hal itu bukanlah berarti Indonesia telah menjadi pelaku dalam globalisasi. Dinamika globalisasi dan berbagai pengaruh penting lainnya diakui telah melahirkan suatu realitas yang oleh Stiglitz (2002) dikatakannya sebagai kondisi serba ketidakpastian dan ketidakpuasan, kemudian melahirkan virus kemiskinan dan ketidakadilan. Fakta menunjukkan terjadinya ketimpangan ekonomi yang sangat mencolok antara Negara kaya dan berkembang. Sebanyak 40 persen dari total populasi dunia hidup di Negara miskin, namun hanya 3 persen dari pendapatan perkapita dunia di serap Negara itu. Sementara Negara kaya hanya 14 persen dari populasi dunia tetapi dapat menyerap sebanyak 75 persen dari pendapatan perdagangan dunia.

Di samping itu globalisasi membawa dampak tersendiri terhadap industri di dalam negeri. Berapa banyak barang-barang yang buatan luar negeri berhamburan dan digunakan oleh penduduk indonesia. Bahkan mungkin kita akan agak kesulitan ketika mencari barang yang berlabel ‘made in Indonesia’. Betapa tidak, mulai dari barang-barang yang simpel dan murah sampai barang elektronik, otomotif, dll bukanlah buatan dalam negeri. Sebagai contoh barang yang simpel adalah seperti ballpoint, silet, kertas dan lain sebagainya yang merupakan buatan China. Begitu juga dengan barang elektronik apalagi komputer, negara Amerika, Jepang, China bertebaran di Indonesia.

Pertanyaanya adalah apakah memang Indonesia tidak bisa secara mandiri memproduksi barang-barang itu?tentu tidak, Indonesia masih mempunyai SDM yang berkualitas meskipun jumlahnya tidak banyak. Indonesia masih mempunyai insinyur yang juga bertebaran di luar negeri. Namun memang kini rakyat telah dinina bobokkan sehingga telah merasa nyaman dengan kondisi yang ada. Dan begitu juga dengan pemerintah yang juga ikut larut dalam permainan globalisasi yang dilakukan oleh negara-negara maju serta lembaga-lembaga keungan Indonesia seprti  IMF, WTO dan IFIs lainnya.

About these ads

06 06 09 - Posted by | Opini | , , , , , , , , , , ,

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: